Header Ads

Ternyata Pesawat Pribadi Lebih Sering Mengalami Kecelakaan, Ini Penyebabnya


Tanggal 7 November 2017 kemarin, Roy Halladay, seorang pemain baseball profesional Amerika Serikat, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat di Teluk Meksiko.

Halladay baru-baru ini memang mendapatkan lisensi pilotnya dan menerbangkan sebuah pesawat pribadi, Ikon A5 yang baru.

Pemain berusia 40 tahun itu lepas landas dari pantai Florida sebelum kecelaan tersebut.

Sebelum kecelakaan pesawat yang menimpan Halladay, sebuah pesawat pribadi lainnya juga jatuh di Alva, Oklahoma, pada 4 November dan menewaskan dua orang.

Pada bulan Maret, sebuah pesawat pribadi yang terbang dari Los Angeles ke Aspen, Colorado, jatuh dan menewaskan 18 orang.

Fenomena ini tentu menyoroti bahayanya perjalanan udara pribadi.

Padahal penerbangan komersial telah menjadi lebih aman sejak tahun 1970-an, di mana mereka memilik standar keselamatan penerbangan.

Statistik nasional tentang kecelakaan penerbangan umum disimpan oleh National Transportation Safety Board (NTSB) dan Federal Aviation Administration (FAA).

“Sejak tahun 1970-an, statistik menunjukkan perbaikan dalam keselamatan, termasuk penurunan 75% jumlah kematian akibat kecelakaan penerbangan umum,” kata Steve Hedges, juru bicara Aircraft Owners and Pilots Association (AOPA) dilansir livescience.com.

Sementara kecelakaan dan kematian turun dalam penerbangan komersial, tingkat kecelakaan dalam penerbangan pribadi telah meningkat sebesar 20% dan tingkat kematian untuk penerbangan pribadi naik 25%.

Sebagai perbandingan, tim mengatakan bahwa transportasi paling mematikan bagi orang adalah mobil keluarga.

Setiap tahun, lebih dari 30.000 orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, dibandingkan dengan 400 orang yang tewas dalam kecelakaan penerbangan umum.

Memang angka itu masih dalam jumlah mentah. Namun tentu kita tidak bisa menganggapnya sepele.

Lalu mengapa pesawat pribadi sering mengalami kecelakaan?

Dibandingkan dengan penerbangan komersial, pesawat terbang tidak memiliki fitur keselamatan dan redudansi, termasuk co-pilot, sistem cadangan informasi untuk navigasi, dan mesin ekstra.

Untuk masalah mesin, pesawat pribadi hanya memiliki mesin tunggal. Jika itu bermasalah, maka tidak ada yang bisa dilakukan. Sementara pesawat pribadi masih bisa terbang walau salah satu mesinnya bermasalah.

Selain itu, menurut Weener pilot swasta diminta untuk menyelesaikan pemeriksaan pelatihan dan keahlian setiap dua tahun.

“Persyaratan pelatihan yang lebih berat untuk pilot pesawat pribadi menjelaskan mengapa penerbangan komersial lebih aman daripada penerbangan pribadi,” kata Earl Weener, pakar keselamatan penerbangan dan anggota National Transportation Safety Board (NTSB).(intisari.grid.id)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.